Kabupaten Indragiri Hilir Semasa Kepemimpinan Rusli Zainal
ByAkhirnya dapet juga info tentang kabupaten Indragiri Hilir. Ini poin-poin yang gw dapat tentang keberhasilan “Sang Visioner” ini. Info didapat dari M Puteri Rosalina/Litbang Kompas.
Sebelumnya kita ulas sedikit tentang kabupaten Indragiri Hilir. Urat nadi Indragiri Hilir adalah perkebunan dan tanaman pangan. Dimasa pemerintahan rusli zainal, yaitu Tahun 2001, pertanian menyumbang Rp 1,36 triliun atau 49 persen dari total kegiatan ekonomi.
Kelapa adalah komoditas andalan kabupaten Indragiri Hilir, ditanam di seluruh kecamatan. Luas arealnya pada 2002 mencapai 376.108 hektar. Selain itu kelapa hibrida dan sawit yang hanya ditanam di sebagian kecamatan luasnya 83.301 hektar dan 50.776 hektar. Areal perkebunan yang cukup luas itu sebagian besar dikelola oleh masyarakat setempat dan menjadi mata pencarian utama.
Produksi ketiga jenis kelapa itu dari tahun 1999-2002 cenderung meningkat. Seperti produksi kelapa dalam yang meningkat 2,09 persen per tahun. Meskipun tahun 1999 produksi sempat turun 2,6 persen. Hal ini disebabkan lahan-lahan perkebunan milik masyarakat tidak terpelihara baik.
Produksi kelapa yang melimpah, memancing investor swasta mendirikan industri pengolahan kelapa di Indragiri Hilir. Pulau Sambu merupakan industri pengolahan kelapa yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan hasil kelapa.
Pertanian tanaman pangan yang juga memanfaatkan lahan pasang surut menjadi andalan kedua. Produksi padi tahun 2002 yang mencapai 134.125,25 ton merupakan produksi terbesar se-Provinsi Riau.
Tahun 2002, produksi padi menyumbang Rp 325 miliar atau 24 persen dari total kegiatan ekonomi pertanian.
Lahan kering seluas 169.000 hektar dimanfaatkan untuk pengembangan buah-buahan. Jeruk dan nanas merupakan komoditas andalan buah-buahan. Produksi nanas sebesar 19.870,21 ton ini selain ditanam oleh rakyat juga dikembangkan PT Sambu. Tanaman tumpang sari dengan kelapa ini diolah menjadi makanan kaleng dan merupakan komoditas ekspor.
Berkembangnya sektor pertanian memunculkan banyak agroindustri. Tercatat, pada 2002 ada 490 unit usaha. Perkembangan agroindustri ini juga menyerap 11.876 tenaga kerja atau 92 persen dari total tenaga kerja di sektor industri tahun 2002. Tidak hanya industri besar yang berkembang, industri rumah tangga yang mengolah hasil perkebunan kelapa, pandan, dan nipah menjadi kerajinan tangan juga cukup berkembang. Perkembangan industri besar dan kecil inilah yang membawa sektor industri menduduki posisi ketiga dalam kegiatan ekonomi Indragiri Hilir yang tahun 2001 memberikan kontribusi Rp 259 miliar.
Hmm, cukup pantas sepertinya dijuluki sebagai “RUSLI ZAINAL SANG VISIONER”. Gimana menurut anda ?










3 Comments
June 23rd, 2009 at 10:30 pm
[...] puas nih… Maunya sih ada perbandingan sebelum dan sesusah kepemimpian beliau semasa jadi bupati di Indragiri Hilir. Trus Program K2I itu apa aja [...]
June 27th, 2009 at 11:09 am
Manthap Om postingannya… semoga jadi yg terdepan dan teratas deh
July 1st, 2009 at 5:02 am
Makasih bos. Masih jauh neeeh, baru 50 besar…